Articles by "ASJ"


Sebelum Anda memulai lebih jauh, kita Akan coba terlebih dahulu mempelajari beberapa perintah dasar Linux yang wajib diketahui.

Kumpulan perintah ini akan mempermudah Anda untuk menggunakan sistem operasi Linux seperti memindahkan folder,  melihat isi folder, menghapus file, mengganti nama, dan lain sebagainya.

Tidak Semua Perintah Dasar Linux Sama

Linux sendiri ada beberapa turunan atau varian yang mempunyai perintah dasar yang berbeda – beda. Sebagai contoh, untuk menangani masalah package manager Ubuntu menggunakan perintah “apt”, Fedora menggunakan “yum”, sedangkan Arch menggunakan “pacman”.

Secara umum semua perintah tersebut kegunaannya hampir sama, yaitu untuk mengelola paket yang ada di Linux.

Jadi sebagai catatan, pada kesempatan ini saya akan mencoba menjelaskan secara umum mengenai perintah dasar linux dan fungsinya yang bisa berjalan di hampir semua varian Linux seperti ubuntu, debian dan lain sebagainya.

List Perintah Dasar Linux Yang Wajib Diketahui

  • man <perintah> untuk meilhat panduan

    Melihat kegunaan dari perintah (melihat buku manual dari sebuah program). Contohnya seperti | $ man apt | akan menampilkan manual penggunaan dari program apt.

  • <perintah> –help untuk panduan ringkas

    Hampir sama kegunaannya dengan man, akan tetapi hasil yang dimunculkan lebih ringkas daripada menggunakan perintah man.

  • sudo untuk super user

    Menjalankan program sebagai user root atau super user.

  • ls untuk melihat direktori

    Melihat daftar file & folder yang ada direktori pada saat itu, contohnya | $ ls /var/lib | digunakan untuk melihat apa saja yang ada pada folder lib.

  • cd untuk masuk ke direktori

    Masuk ke direktori yang diinginkan, contohnya seperti | $ cd /home/ | untuk menjadikan folder home sebagai direktori pada saat itu.

  • mkdir <nama folder> untuk membuat folder

    Membuat folder pada direktori kerja pada saat itu.

  • pwd untuk melihat direktori aktif

    Melihat direktori kerja yang pada saat itu aktif. Contoh hasilnya “/home/niagahoster”

  • vim untuk membuka text editor

    Membuka text editor Vim untuk mengedit teks.

  • cp <asal> <tujuan> untuk menyalin file

    Menyalin file dan folder, bisa ke folder itu juga atau ke folder yang lain. Seperti | $ cp /home/test.php /var/www/html | akan memindahkan file test.php ke folder html. Sedangkan jika menyalin folder harus menggunakan opsi “-r”.

  • mv <asal> <tujuan> untuk memindahkan folder

    Memindahkan file dan folder, bisa ke folder itu juga atau ke folder yang lain. Seperti | $ cp /home/test.php /var/www/html | digunakan untuk memindahkan file test.php ke folder html.

  • rm <file> untuk menghapus file

    Menghapus file, bisa juga untuk menghapus folder pada direktori tertentu.

  • find <nama file> untuk mencari file

    Mencari file dalam direktori hirarki. Contoh penggunaannya | $ find -name niagahoster.txt |

  • history untuk melihat riwayat

    Perintah dasar linux ini digunakan untuk melihat riwayat perintah yang sudah pernah digunakan sebelumnya. Jika ingin mencari perintah tertentu bisa menggunakan $ history | grep apt untuk mencari nama perintah yang sudah pernah diketikan dan mengandung potongan kata apt.

  • cat untuk melihat isi file

    Melihat isi dari sebuah file, bisa juga untuk menggabungkan isi dari dua buah file. Contohnya | $ cat niagahoster1.txt niagahoster2.txt |.

  • echo untuk menampilkan baris teks

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan satu baris teks. Bisa juga untuk menuliskan sebuah teks kedalam file, contohnya seperti berikut | $ echo “Teks” >> niagahoster.txt |. Perintah tersebut akan menuliskan “Teks” ke dalam file “niagahoster.txt”, jika file tersebut belum ada maka otomatis akan dibuat.

  • grep untuk mencari kata

    Menampilkan baris yang mengandung kata yang sama sesuai dengan pattern, contohnya seperti | $ grep -i source niagahoster.txt | maka akan memunculkan baris yang mengandung kata “source” pada “niagahoster.txt”.

  • wc untuk menampilkan baris baru

    Menampilkan baris baru, kata, dan bite pada sebuah file.

  • sort untuk mengurutkan

    Mengurutkan hasil dari pembacaan isi file.

  • chmod untuk mengganti hak akses

    Mengganti hak akses pada sebuah file. Contohnya jika ingin menggani hak akses nurwahid.txt menjadi 644 menggunakan baris perintah | $ chmod 644 nurwahid.txt |.

  • chown mengganti hak milik

    Mengganti pemilik dan group dari sebuah file. Contohnya jika ingin mengubah kepemilikan niagahoster.txt menjadi “niaga” bisa menggunakan perintah | $ chown niaga:niaga niagahoster.txt |. Kata “niaga” di depan merujuk pada user sedangkan “niaga” di belakang merujuk pada nama group.

  • su untuk mengganti user id

    Mengganti user ID, contohnya | $ su <nama user> | atau menjadikan user pada saat itu menjadi super user.

  • passwd untuk mengganti password

    Perintah ini digunakan untuk mengganti password dari user. Mengetikan | $ sudo passwd | mengganti password user pada saat itu, sedangkan | $ sudo passwd niagahoster | digunakan untuk mengganti password user “niagahoster”.

  • who untuk menampilkan user

    Perintah dasar linux ini digunakan untuk menampilkan user pada saat ini dipakai.

  • ps untuk menampilkan snapshot

    Menampilkan snapshot  process yang sedang berjalan.

  • kill untuk menghentikan program

    Menghentikan program yang berjalan dengan menggunakan signal. Biasanya perintah ini ditambahkan opsi “-9” pada saat mengeksekusi. Contohnya seperti | $ sudo kill -9 373 |, 373 adalah PID dari proses yang sedang berjalan.

  • tar untuk mengumpulkan file

    Ini merupakan program pengarsipan atau untuk mengumpulkan beberapa file menjadi satu file, dengan ekstensi “namafile.tar”. Perintah ini juga menggunakan beberapa opsi, sebagai contoh, opsi “c” untuk membuat arsip, opsi “v” untuk operasi verbose, sedangkan “f” untuk menentukan nama file.

  • zip untuk mengkompres file

    Alat kompresi file menjadi “,zip”, hampir sama penggunaannya dengan tar.

  • unzip untuk mengekstrak file

    Mengekstrak/membongkar file “.zip”.

  • ssh untuk akses jarak jauh

    Mengakses komputer/server dari jarak jauh. Contoh perintah yang bisa digunakan seperti | $ ssh <namauser>@<ip> |.

  • scp untuk menyalin file

    Menyalin file dari host lain yang terhubung dalam satu jaringan. Contohnya | $ scp <file> <user>@<ip>:<folder tujuan> |

  • fdisk untuk menampilkan partisi

    Menampilkan list partisi pada perangkat, biasanya menggunakan opsi “-l”, contohnya | $ sudo fdisk -l |

  • mount untuk melampirkan file

    Melampirkan sebuah filesystem kedalam satu folder besar. Sehingga tidak perlu melakukan akses langsung ke filesystem. Sebagai contoh menggunakan | $ sudo mount /dev/sda2 /mnt |. Perintah ini akan membuat isi partisi /dev/sda2 bisa diakses melalui /mnt.

  • umount untuk melakukan unmount

    Mengunlock perintah mount, contohnya | $ umount /mnt | digunakan untuk memutuskan perintah mount pada folder /mnt.

  • du untuk menampilkan ukuran file

    Menampilkan ukuran file secara rekursif.

  • df untuk menampilkan disk space

    Menampilkan penggunaan ruang disk pada filesystem.

  • quota menampilkan sisa disk space

    Menampilkan ruang disk dan batasannya.

  • reboot untuk mulai ulang

    Menjalankan perintah restart.

  • poweroff untuk mematikan

    Menjalankan perintah shutdown.

  • gedit untuk membuka editor teks

    Membuka Text Editor untuk mengedit teks file.

  • kate untuk membuka teks editor

    Program yang digunakan sebagai file editor pada KDE, beberapa sistem operasi harus melakukan instalasi terlebih dahulu. Fungsinya hampir sama seperti Gedit.

  • bg membuat proses background

    Membuat proses foreground untuk berjalan di background.

  • fg <id program> membuat proses foreground

    Membuat background proses menjadi foreground proses.

  • jobs <id program> menampilkan identitas proses

    Menampilkan nama dan ID dari background jobs.

  • sed untuk melakukan filter teks

    Memfilter teks pada sebuah file dan menggantinya dengan teks yang baru. Contoh penggunaannya sed | ‘s/niaga/hoster/g’ niagahoster.txt |

  • awk untuk memindahkan teks

    Perintah ini digunakan untuk memindah teks dan memproses bahasa.

  • locate untuk mencari file

    Digunakan untuk menemukan atau mencari file.

  • ifconfig untuk melihat ip

    Melihat IP yang sedang terkoneksi dan network device apa saja yang tersedia.

  • date untuk menampilkan tanggal

    Menampilkan tanggal hari ini.

  • nano merubah teks editor

    Perintah digunakan sebagai text editor yang tidak perlu membuka jendela baru. Hampir sama dengan Vi namun lebih praktis.

  • top melihat proses secara urut

    Melihat semua proses yang sedang berjalan, diurutkan dari proses yang paling besar. Fungsinya hampir sama seperti system monitor.

  • clear membersihkan terminal

    Membersihkan jendela terminal. Jadi isi jendela terminal akan kosong, namun jika di scroll keatas maka perintah yang sebelumnya dijalankan masih bisa terlihat.

  • dpkg -i <namapackage>.deb instalasi paket

    Berguna untuk melakukan instalasi paket dengan ekstensi “.deb”. Terkadang bisa juga menggunakan program “gdebi”, tetapi harus install.

  • uname melihat versi kernel

    Menampilkan versi kernel yang dipakai, tanggal instalasi, dan jenis arsitektur sistem operasi.

  • untuk mencantumkan deskripsi

    Ini adalah sebuah tanda yang digunakan untuk mendeskripsikan satu string yang digunakan untuk memberikan deskripsi singkat dari satu elemen.



Pengertian web hosting adalah sebuah service atau layanan yang menyediakan resource dari server untuk disewakan kepada semua orang yang membutuhkannya untuk menempatkan file atau informasi di jaringan internet, sehingga tidak perlu memiliki server mandiri yang berjalan 24 jam. Hosting dapat dikategorikan menjadi shared hosting (sebuah server untuk banyak user/sharing resources), dedicated hosting (sebuah server untuk sebuah user), dan reseller hosting yang bisa dijual kembali. Service pada hosting itu bermacam-macam, mulai dari web, ftp, email, vpn, dan lain-lain. Untuk memakai layanan hosting, kita menggunakan Control Panel. Control Panel sebagai sebuah aplikasi pada hosting untuk mempermudah pengaturan hosting yang memiliki kemiripan seperti OS dan berbasis GUI. Namun sebenarnya, aplikasi ini berupa kumpulan script-script dan command yang didesain sedemikian rupa untuk memudahkan webmaster dalam mengelola website. 


a. Server Hosting Indonesia
Server Hosting Indonesia artinya komputer web server yang digunakan untuk menyimpan data website/datacenter terletak di Indonesia (Jakarta). Beberapa karakteristik dari server hosting Indonesia sebagai berikut. 
1) Cepat jika diakses oleh pengguna internet di Indonesia karena routing/jaraknya pendek.
2) Cocok buat website yang pengunjung utama berasal dari indonesia.
3) Tidak terpengaruh oleh kondisi konektivitas jaringan internasional dari ISP Indonesia yang digunakan pelanggan.
4) Untuk berkirim e-mail ke arah mail server luar negeri seperti Yahoo!, Hotmail, dan Gmail, lebih lambat datangnya dari hosting server USA karena memiliki bandwith internasional yang lebih kecil.


b. Server Hosting Singapura
Server Hosting Singapura artinya komputer web server yang digunakan untuk menyimpan data website/datacenter terletak di Singapura. Beberapa karakteristik dari server hosting Singapura sebagai berikut
1) Cepat jika diakses oleh pengguna internet di Indonesia dan Asia Pasifik karena routing/jaraknya pendek.
2) Cocok buat website yang pengunjung utama berasal dari indonesia dan Asia Pasifik.
3) Terpengaruh oleh kondisi konektivitas jaringan internasional dari ISP Indonesia yang digunakan pelanggan.
4) Untuk berkirim e-mail ke arah mail server luar negeri seperti Yahoo!, Hotmail, dan Gmail, relatif lebih cepat datangnya dibandingkan server Indonesia. 
5) Kecepatan akses di Indonesia dan Asia Pasifik relatif cepat namun normal di dunia internasional.


c. Server Hosting USA
Server Hosting USA artinya komputer web server yang digunakan untuk menyimpan data website/datacenter terletak di USA. Beberapa karakteristik dari server hosting USA sebagai berikut.
1) Cepat diakses dari seluruh dunia karena pusat server internet dunia ada di USA.
2) Cocok buat website yang pengunjung utama berasal dari dunia internasional.
3) Terpengaruh oleh kondisi konektivitas jaringan internasional dari ISP Indonesia yang digunakan pelanggan.
4) Pengiriman dan penerimaan e-mail cepat/real time sebab routing ke mail server relatif lebih pendek, misal ke Yahoo, Hotmail, Gmail, dan pengguna server berbasis di USA lainnya.

Pada dasarnya cPanel termasuk merk kontrol panel yang paling populer dan paling banyak digunakan di dunia. Ada juga kontrol panel web hosting merk lain seperti Direct Admin, Webmin, Plesk, dan lain-lain. Terdapat beberapa kontrol panel alternatif yang bersifat open source yang tersedia untuk di unduh (download) secara gratis dengan fitur hampir sama dengan yang berbayar.

a. cPanel

cPanel identik dengan kontrol panel hosting yang berbasis Unix/Linux. Aplikasi ini menjadi control panel web hosting yang sangat populer dan umum digunakan oleh sebagian besar jasa penyedia web hosting baik di Indonesia maupun dunia. cPanel memiliki fitur terlengkap yang bisa digunakan untuk mengatur semua kebutuhan pembuatan website melalui tampilan grafis yang mudah digunakan dan responsif. Antarmuka grafisnya sangat membantu untuk mengelola website beserta account hosting dengan sangat mudah dan cepat. cPanel memberi akses penuh atas berbagai elemen pengaturan dari situs web dan administrasi hostingnya melalui web browser misalnya seperti membuat database, membuat account email, auto responder, mengelola file website, dan memiliki fitur autofix yang mampu memberikan solusi praktis terhadap permasalahan yang ditemui oleh para usernya. Dengan demikian, cPanel sebagai control panel server ho karena sifatnya yang user-friendly dan masih terus dikembangkan hingga saat ini.

b. Plesk

Plesk tersedia bagi OS server Linux dan Windows serta memiliki kemiripan dengan cPanel. Plesk digunakan untuk mengelola account hosting melalui antarmuka berbasis web. Aplikasi ini dapat di instalasi dalam kontrol panel yang ada didalam VPS atau dedicated server. Plesk juga dapat mengontrol ribuan virtual host dalam satu mesin. Kontrol panel jenis ini mampu mengotomatisasi berbagai tugas sehingga mengurangi biaya dan sumber daya sekaligus meningkatkan profitabilitas, efisiensi dan kepuasan pelanggan. Sekalipun Plesk cukup populer, namun control panel jenis masih ini tergolong rumit untuk diakses oleh pengguna hosting Indonesia yang newbie, karena memiliki antarmuka yang mengharuskan penggunanya memiliki pengetahuan web server jika ingin melakukan optimasi. Fitur-fitur yang ditawarkan oleh Plesk antara lain sebagai berikut.

1) Mengelola dan membuat akun email dan database seperti MySQL dan PsotgreSQL.

2) Membuat akun FTP.

3) Menambahkan domain dan subdomain.

4) Mengelola DNS dan sumber daya lainnya.

5) Restore dan backup data.

c. ISPConfig

ISPConfig berlisensi di bawah lisensi BSD yang identik dengan kontrol panel open source multi bahasa yang berguna untuk mengelola beberapa server di bawah satu kontrol panel. Kontrol panel jenis ini juga mampu mengelola FTP, SQL, BIND DNS, database, dan virtual server. Fitur-fitur yang disediakan oleh ISPConfig adalah sebagai berikut

1) Antarmuka web yang memudahkan untuk administrator,reseller,dan client login.

2) Dapat memanage lebih dari satu server dari satu panel kontrol.

3) Konfigurasi mirroring dan cluster.

4) Mendukung webserver seperti Apache dan Nginx.

5) Mengelola akun email dan FTP dengan baik.

d. Kloxo

Kloxo identik dengan salah satu kontrol panel website yang disediakan gratis untuk distro Redhat dan CentOS. Memiliki fitur seperti FTP, spam filter, PHP, Perl, CGI, fitur Messaging, Backup restore, dan modul Ticketing yang tersedia dalam kontrol panel tersebut. Aplikasi ini membantu user untuk mengelola kombinasi antara Apache dengan BIND, serta memiliki kemampuan beralih antara interface tanpa harus kehilangan data.

e. Zpanel

Zpanel ditulis dalam bahasa PHP murni dan berjalan dengan baik pada Apache, PHP dan MySQL. Zpanel identik dengan kontrol panel hosting yang disediakan secara gratis dan mudah digunakan pada kontrol panel webhosting kelas enterprise seperti Linux, UNIX, Mac OS, dan Windows OS. Aplikasi ini muncul dengan serangkaian fitur inti guna menjalankan layanan hosting web. Fitur-fitur tersebut antara lain Apache Web Server, hMailServer, FileZilla Server, MySQL,PHP, Webalizer, RoundCube, PhpMyAdmin, phpSysInfo, FTP Jailing, dan lain-lain.

f. Webmin

Webmin merupakan kontrol panel webhosting yang fungsional dan sangat powerfull serta dirancang untuk platform Unix dan Linux dengan metode yang simpel. Webmin mampu untuk mengelola berbagai komponen lingkungan berbasis web dari pengaturan webserver untuk maintaining FTP dan Email Server. Fitur-fitur yang disediakan pada Webmin sebagai berikut.

1) Mengkonfigurasi dan membuat server virtual pada Apache.

2) Mengelola, menginstal atau menghapus paket piranti lunak (RPM format)

3) Untuk keamanan menggunakan fitur firewall.

4) Mengubah pengaturan DNS, alamat IP, konfigurasi routing.

5) Mengelola database, tabel dan field MySQL.

g. EHCP

EHCP (Easy Hosting Control Panel) identik dengan software kontrol panel gratis untuk menjaga server hosting berbasis web dan juga berbasis open-source yang dapat digunakan untuk hosting situs website, membuat account email, account FTP, serta sub domain secara gratis. Hal yang perlu diketahui adalah EHCP termasuk control panel untuk hosting yang pertama ditulis dengan bahasa PHP. Selain itu, EHCP merupakan satu-satunya control panel yang telah built-in support untuk Nginx dan PHP-FPM yang tidak menggunakan Apache dan memberikan kinerja yang baik untuk server low end.

h. DTC

Domain Technologie Control (DTC) adalah control panel hosting terutama untuk admin dan akuntansi layanan hosting GPL. Dengan bantuan interface web berbasis GUI, DTC dapat mendelegasikan tugas seperti membuat email, account FTP, subdomain, database dan banyak lagi. Ia mengatur database MySQL yang berisi semua informasi hosting

i. Interworx

Interworx identik dengan sistem manajemen server Linux dan kontrol panel webhosting yang memiliki seperangkat tool dengan memberikan kewenangan administrator untuk memerintah servernya sendiri dan end user dapat meninjau hasil pengelolaan website tersebut. Kontrol panel ini pada dasarnya dibagi menjadi dua mode operasi, yaitu sebagai berikut.

1) Nodeworx, yaitu modus administrator yang membantu mengelolaan server.

2) SiteWorx, yaitu website owner view yang membantu end users untuk mengelola account mereka hosting dan fitur-fitur didalamnya.

j. Ajenti

Ajenti merupakan satu-satunya kontrol panel berbasis open source yang kaya fitur, kuat dan ringan. Kontrol panel yang menyediakan antarmuka web responsif untuk mengelola server kecil set-up dan juga paling cocok untuk Dedicated dan VPS hosting. Muncul dengan anyak built-in plugin untuk mengkonfigurasi dan mengelola piranti lunak server dan layanan seperti Apache, Nginx, MySQL, FTP, Firewall, File System, Cron, Munin, Samba, Squid dan banyak program lainnya seperti File Manager, Kode Editor untuk developer serta akses Terminal.

k. VestaCP

Control panel lainnya yang juga perlu diketahui oleh pengguna hosting Indonesia adalah VestaCP. Sama seperti EHCP, control panel ini pun berbasis open-source, sehingga dapat digunakan secara gratis. selain hadir dengan fitur untuk dipakai mengelola website secara mudah. VestaCP juga hadir dengan tampilan support bahasa Indonesia.

1. Webuzo

Selanjutnya adalah Webuzo, merupakan sebuah produk dari Softaculous. Control panel ini hadir dengan fitur yang cukup lengkap, termasuk script auto install. Namun, yang menjadi kekurangan, Webuzo tidak mendukung dns cluster dan kebanyakan fitur yang ada harus di-install oleh Anda secara manual. 

m. sPanel

sPanel adalah control panel hosting berbasis Unix/Linux (saat ini, satu berbasis Debian) yang dikembangkan sendiri oleh salah perusahaan web hosting terbesar di Indonesia. sPanel memiliki antarmuka web yang cukup sederhana, termasuk versi teks yang ringan bandwidth, serta beberapa fitur unik seperti histori backup tiga bulan yang dapat dibrowse/direstore per file, mekanisme keamanan skrip CGI, dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan control panel lainnya, penggunaan sPanel lebih mengarah command line daripada GUI (Graphical User Interface). Oleh karenanya, bagi pengguna yang mungkin tidak terlalu familiar dengan perintah-perintah Linux/Unix, mungkin akan sedikit kesulitan dalam menggunakan sPanel. Saat ini sPanel masih belum banyak mendukung script auto installer seperti halnya pada softaculous dicPanel. Untuk CMS WordPress, Joomla, PhpBB, Prestashop, MyBB, OpenCart, Moodle dan Drupal sudah bisa dilakukan instalasi otomatis melalui sPanel.


Keberadaan sistem operasi jaringan memegang peranan sangat penting dalam perkembangan teknologi informasi, sebab hampir semua aplikasi di masa sekarang berjalan dan memerlukan sistem operasi. Berdasarkan jenisnya, sistem operasi dikategorikan menjadi sistem operasi terbuka (open source) dan tertutup (proprietary). Sistem operasi close source (proprietar) merupakan sistem operasi yang dikembangkan secara internal oleh seseorang, perkumpulan ataupun perusahaan. Sistem operasi yang tergolong proprietary ini adalah Windows dan Mac Os. Sedangkan sistem operasi open source (terbuka) merupakan sistem operasi yang kode programnya dibuka untuk umum sehingga bisa dikembangkan oleh yang lainnya Sistem operasi yang termasuk terbuka adalah UNIX, Linux dan turunannya Linux sendiri memiliki banyak varian seperti Debian, Slackware. Redhat dan SuSE. Varian ini lebih dikenal dengan nama distro. Proyek Debian pertama kali diprakarsai oleh Ian Murdock pada tanggal 16 Agustus 1993. Dalam proyek tersebut, terdiri atas berbagai sukarelawan yang tergabung ke dalam sebuah wadah dan saling bahu-membahu membangun sebuah sistem GNU/Linux yang stabil. Proyek Debian juga termasuk sebuah organisasi non-profit yang pertama kalinya disponsori oleh Free Software Foundation (FSF's GNU Project), sedangkan pada Debian 8.0 dirilis 25 April 2015.

Video Pratikum :






Seperti halnya Sistem Operasi (OS) yang dapat digunakan pada PC, sistem operasi jaringan sangat beraneka ragam sesuai dengan peruntukan masing-masing. Sistem operasi memegang peranan vital terhadap program yang akan berjalan. Banyak developer yang mengembangkan sistem operasi jaringan yang bersifat komersial maupun bersifat free (gratis). Microsoft Windows NT, Windows 2000 Server, Windows 2003 Server, Windows 2008 Server, dan Windows 2012 Server termasuk sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh perusahaan Microsoft dengan lisensi komersial. Sedangkan sistem operasi jaringan yang dikembangkan secara dengan free dan paling banyak digunakan adalah Linux. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds dengan mengusung proyek open source yang menggunakan lisensi GNU/GPL (General Public Licence). GNU/GPL sebagai suatu lisensi di mana pemilik program tetap memegang haknya tetapi orang lain dimungkinkan untuk menyebarkan, memodifikasi, atau bahkan menjual kembali program tersebut tetapi dengan syarat source code asli dan hak cipta harus diikutsertakan dalam distribusinya.

a. Spesifikasi Hardware

Secara mendasar, sistem operasi jaringan yang akan diinstal ke komputer server harus disesuaikan dengan spesifikasi hardware yang terdiri atas mainboard, jenis dan kecepatan prosesor, kapasitas RAM, kapasitas hard disk, kartu grafis (VGA), dan resolusi monitor. Oleh sebab itu, perkembangan hardware komputer yang cepat diiringi juga dengan perkembangan software dan sistem operasi yang menuntut spesifikasi hardware yang tinggi. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk melakukan instalasi sistem operasi sebaiknya dicek dahulu kebutuhan minimum hardware yang diperlukan. Beberapa sistem operasi mensyaratkan spesifikasi minimal hardware agar komputer dapat bekerja secara optimal. Jika spesifikasi hardware kurang memenuhi syarat dapat berdampak pada kurang optimalnya sistem operasi dalam bekerja. Untuk mengetahui spesifikasi hardware komputer dapat dilihat pada manual book. Jika tidak memiliki manual book, dapat di atasi dengan dilihat spesifikasi hardware pada saat komputer pertama kali dinyalakan, maka system BIOS akan melakukan cek hardware dan akan menampilkannya di layar monitor. Beberapa spesifikasi hardware yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.

1) CPU

CPU atau prosesor merupakan inti dari sebuah mesin komputer. Ada banyak pengembang prosesor dengan spesifikasi yang berbeda.

2) Motherboard

Motherboard merupakan tempat utama meletakkan peripheral komputer seperti prosesor, RAM, keyboard, mouse, kartu grafis, kartu suara dan kartu jaringan. Motherboard sebuah komputer memiliki jenis dan tipe yang sangat banyak tergantung teknologi prosesor yang dipakai yang ditunjukkan dengan chipset yang digunakan seperti i810, i815, 1845, i850, i865, 1915, 1925 untuk chipset Intel, KT400, KT600, Nforce, Nforce II, Nforce III, Sys 650, Sys 645 dan lain sebagainya.

3) RAM (Random Acces Memory)

RAM merupakan memori penyimpan sementara untuk menjalankan sistem operasi dan program aplikasi. RAM memiliki beberapa teknologi antara lain EDO RAM, SDRAM 66, SDRAM 100, SDRAM 133, DDRAM dan RAMBUS dengan kapasitas mulai dari 4 MB, 16 MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan lain sebagainya.

4) Hard disk

Hard disk memegang peranan yang sangat penting berhubungan dengan instalasi sistem operasi. Hard disk merupakan komponen untuk menyimpan data-data secara permanen file-file sistem. Untuk dapat melakukan instalasi sistem operasi diperlukan syarat kapasitas hard disk yang cukup dan juga terkadang diperlukan partisi hard disk. Beberapa ukuran hard disk umum digunakan diantaranya 20 GB, 40 GB, 60 GB, 80 GB, 120 GB, 160, GB, 250 GB dan lain sebagainya. Hard disk memiliki beberapa tipe yaitu IDE, ATA, SATA dan SCSI. Biasanya untuk keperluan server digunakan harddisk jenis SCSI, walaupun bisa juga menggunakan jenis lainnya.

b. Memilih Sistem Operasi untuk Jaringan

Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah PC stand alone maupun jaringan diantaranya Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win XP, Win NT server series, Win Vista), Novell Unix Ware, Novell NetWare, Microsoft LAN Manager, beberapa varian Unix, San Solaris, GNU/Linux Series (Redhat, Debian, SUSE, Mandrake, Knoppix), Mac, dan lain sebagainya. Masing-masing sistem operasi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan analisis dalam memilih sistem operasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Gambar Jenis-jenis sistem operasi
                                  Gambar Jenis-jenis sistem operasi                                           


Setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan 
layanan (service) guna mencapai tujuan yang sama, yaitu pada pihak yang meminta layanan (client) dan yang memberikan layanan (server) Arsitektur tersebut dinamakan sistem client-server dan banyak digunakan di hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Beberapa tujuan dari jaringan komputer adalah sebagai berikut.

1) Sarana berbagi sumber daya misalnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, dan hard disk.  

2) Sarana komunikasi seperti surat elektronik, instant messaging, dan chatting

3) Sarana akses informasi seperti untuk web browsing.


MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget